Glutera Glutathione

Maaf Website Ini Sudah Tidak Melayani Pembelian Glutera

Pengertian Antioksidan dan Seluk-beluknya

Sebelum kita membahas tetang pengertian antioksidan dan seluk-beluknya mari kita ingat artikel sebelumnya tentang radikal bebas. Radikal bebas merupakan spesies yang tidak stabil sebab mempunyai elektron tidak berpasangan serta mencari pasangan elektron yang ada didalam makromolekul biologi. Protein lipida dan juga DNA yang terdapat pada sel manusia yang sehat adalah sumber pasangan elektron yang sangat baik. Kondisi oksidasi bisa menimbulkan kerusakan protein begitu juga DNA, penyakit kanker, penuaan dini, serta penyakit lainnya. Komponen kimia yang memiliki peran sebagai antioksidan yaitu senyawa golongan fenolik serta polifenolik. Senyawa-senyawa golongan ini sangat banyak terdapat di alam, terutama terdapat di tumbuh-tumbuhan, serta mempunyai kemampuan menangkap radikal bebas. Antioksidan yang terdapat di bahan pangan, yaitu vitamin C, vitamin E, dan karotenoid.

Pengertian Antioksidan

pengertian antioksidan adalah merupakan suatu zat yang dapat menghambat serta mencegah terjadinya proses oksidasi. Zat ini nyatanya dapat memperlambat dan menghambat oksidasi dari zat yang mudah mengalami oksidasi walaupun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang memproteksi sel dari akibat berbahaya dari radikal bebas oksigen reaktif apabila berhubungan dengan penyakit, radikal bebas bisa berasal dari metabolisme tubuh manusia ataupun faktor-faktor lainnya.

Hal penting mengenai antioksidan

Suplai antioksidan kedalam tubuh diharapkan aman dalam penggunaan dan tidak toksik, serta efektif pada konsentrasi rendah (0,01-0,02%), dapat disediakan dalam harga terjangkau, serta mampu bertahan terhadap proses pengolahan produk. Antioksidan sangat penting untuk menanggulangi radikal bebas dalam kadar sesuai kebutuhan.

Sumber antioksidan

Berdasarkan asal muasalnya, antioksidan dibagni menjadi dua yaitu antioksigen dari dalam tubuh (endogen) dan antioksidan yang berasal dari luar tubuh (eksogen). Terkadang sistem antioksidan dari dalam tubuh (endogen) tidak cukup bisa menanggulangi stres oksidatif berlebihan. Stres oksidatif adalah keadaan ketika mekanisme antioksidan belum mencukupi untuk membuat pecah spesi oksigen reaktif. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan antioksidan dari luar (eksogen).

pengertian antioksidan picture

Penggolongan Antioksidan

Berdasarkan sumbernya antioksidan dibagi menjadi dua yaitu antioksidan alami dan sintetis. Antioksidan alami biasanya lebih banyak diminati, karena keamanannya lebih terjaga lebih baik serta manfaatnya lebih luas dibidang makanan, kesehatan serta kosmetik. Antioksidan alami ini terdapat pada sayuran, buah-buahan, serta tumbuhan berkayu. Metabolit sekunder yang ada didalam tumbuhan yang berasal dari golongan flavonoid, saponin, alkaloid, kuinon, tanin, steroid atau triterpenoid. Quezada et al(2004) mengatakan bahwa fraksi alkaloid yang terdapat pada daun “Peumus boldus” bisa memiliki peran menjadi antioksidan. Zin “et al”. (2002) membuat pernyataan bahwansaya golongan senyawa yang sangat aktif sebagai antioksidan terdapat pada buah, batang, serta daun mengkudu berasal dari golongan flavonoid. Gingseng juga memiliki peran sebagai antioksidan, antidiabetes, antihepatitis, antistres, serta antineoplastik, memiliki kandungan saponin glikosida (steroid glikosida). Uji aktivitas antioksidan yang telah dilakukan menggunakan daun “Ipomea pescaprae” memberi petunjtuk adanya senyawa kumarin, kuinon, serta furanokumarin. Tanin banyak didapatkan pada teh yuang dipercaya mempunyai aktivitas antioksidan tinggi. Sementara itu, Iwalokum “et al”.(2007) mengatakan “Pleurotus ostreatus” mengandung triterpenoid, tanin, serta sterois glikosida bisa memiliki peran sebagai antioksidan serta antimikrob.

Macam-macam Antioksidan Menurut Mekanisme Kerja Antioksidan

Menurut mekanisme kerjanya, antioksidan dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu antioksidan primer yang bisa memiliki reaksi terhadap radikal bebas serta mengubahnya menjadi lebih stabil, serta antioksidan sekunder dengan nama lain anti oksidan preventif yang berfungsi mengurangi laju awal dari suatu reaksi rantai serta antioksidan tersier. Berdasarkan penelitian Ong et al. (1995) mekanisme kerja antioksidan selular yaitu antioksidan yang dapat melakukan interaksi langsung dengan oksidan, radikal bebas, dan oksigen tunggal; dapat mencegah terbentuknnya jenis dari oksigen reaktif; dan merubah jenis oksigen rekatif sehingga menjadi kurang toksik; bisa mencegah kemampuan oksigen reaktif; serta memperbaiki kerusakan yang timbul.

Glutera Glutathione merupakan produk yang mengandung glutathione aman bagi tubuh. Telah mendapat sertifikat kesehatan dari departemen kesehatan Republik Indonesia. Sehingga aman dikonsumsi untuk tubuh. Mampu menangani penyakit yang diakibatkan oleh radikal bebas.

, , , ,